Friday, November 26, 2010

I just fell in love!!




He is Brian Kutzle, OneRepublic's cellist
love his crazy hair and gorgeous eyes

--
when he's on duty


aaannnddd..while he's off duty, he went crazy..



Thursday, November 25, 2010

Saya ingin memiliki sedikit saja keberanian Jude



Ketika Jude meninggalkan Inggris menuju Amerika untuk mencari ayah kandungnya. Ia menemukan ayahnya disana, sedang membersihkan jendela kampus Princeton. Jude bilang, ia anak dari wanita yang pernah dihamilinya semasa perang di Inggris. Menatap pria dalam foto yang tengah bersama ibunya, kemudian melihat pria itu dan bilang kalau dia pria yang dicarinya selama ini.

Pria itu merasa sedikit tidak nyaman, bahkan mungkin terganggu karena pengakuan yang tidak disangka-sangka lalu ia menjelaskan bahwa ia sudah punya keluarga dan punya anak. 

Melihat kegusaran itu, Jude bilang, ia mencari ayahnya bukan karena ingin merusak kehidupannya, tapi agar keduanya tahu jika mereka berdua sama-sama ada. 

Monday, November 22, 2010

Lalu, saya sudah menghasilkan apa?

Sewaktu menyaksikan Onrop! Musikal hari minggu kemarin, pada saat jeda pertunjukkan 20 menit dan semua orang keluar untuk sekedar pipis atau merokok, penonton sebelah saya tetap ada di bangkunya, sama seperti saya (yang membedakan kami adalah dia datang bersama pacarnya @_@).
Lalu, datang penonton lain menyapa penonton sebelah bangku saya dan terjadilah obrolan ringan yang menohok saya.(sementara saya berakting membaca buku panduan drama sembari, tentu saja, menguping)

Penonton Lain (PL) : "Kemana aja lo?"
Penonton Sebelah Bangku Saya (PSBY-eh mirip inisial bapak itu) : "Lagi padet banget gw sekarang"
PL : "Ngerjain apa?"
PSBY : "Ngerjain animasi televisi, buat tayang bulan Desember nanti."
PL: "Oya? tayang dimana?"
PSBY : "Di Trans7, buat acara pas liburan anak sekolah. Makanya sekarang lagi sibuk banget soalnya gw yang nyiapin semuanya dari dubbing segala macem. Lo sibuk apa?"
PL : "Lagi longgar gw. Kemaren sih sempet ngerjain film dokumenter untuk Cathy"
PSBY : (angguk-angguk) "Cathy siapa?"
PL : "Cathy Sharon"
PSBY : "Ngerjain musik kayak apa?"
PL : "Ya biasalah.."
PSBY : "Keren..keren. Proyek gw juga lagi dilirik sama Disney sekarang, doain aja"

Mendengar percakapan itu bikin kepala saya berat. Gilaaaaa, umur mereka kayaknya nggak terlalu jauh dari saya, tapi produktivitas dan prestasinya sungguh melebihi usia mereka. Harusnya sih saya langsung terinspirasi untuk bikin buku atau apa ya.. tapi dasarnya saya, cuma tertohok ketika di TKP aja. Setelah itu, saya balik lagi nge-game dan browsing cari gosip-gosip nggak mutu *sigh*

baru ngeh!
harusnya singkatan yang benar adalah PSBS, bukan PSBY..hahahaha..gimana mau bikin buku yang bakal diadaptasi ke layar lebar kalo nulis akronim aja belom bener.

Thursday, November 18, 2010

Skateistan - To live and skate in Kabul



A beautiful short movie by Orlando von Einsiedel, about children of Kabul, Afghanistan.


Who said there's no hope in the land of war? because there is hope and the children proves it. With their spirit to become a skater in the middle of chaos, Murza and Fazilla believes that's no one who could stop them to skate on the road full of dust, among full armed soldiers and tanks. When i saw it, i feel a warm heart and eyes.


once again, this movie is the one of gazillion proves that war will not ever give you a win-win solution. so, just stop it!

Friday, November 12, 2010

Wishlist




The Nineties as a musical era started late and ended early — kicked in by the scritchy-scratch power chords of "Smells Like Teen Spirit," ushered out by the doomy piano intro of ". . . Baby One More Time." Anti-pop defeated by pop — full circle, all apologies. You've heard the story.
But the real Nineties were richer, funnier and weirder than that, with fake grunge bands writing better songs than some of the real ones, Eighties holdovers U2 and R.E.M. reaching creative peaks with Achtung Baby and Automatic for the People, Metallica and the Black Crowes co-existing on MTV, Phish tending to the Deadhead nation after Jerry's passing — and Vanilla Ice and MC Hammer ceding their pop thrones in a few short years to Dr. Dre, Snoop and Eminem. Not to mention a curiously widespread desire to zig-a-zig-ah. (continue reading)

***
Masa kejayaan musik dan musisi tahun 90an di kemas dalam buku ini. Dan saya ingin ini untuk hadiah tahun baru.Dengan sangat!

Saya tumbuh di dekade ini dengan lantunan suara James Hetfield, Alanis Morrissette, Vanilla Ice (ha!), MC Hammer, Blind Melon dan segambreng musisi keren lain yang bikin saya teriak "kyaaa.." atau nyengir sembari lipsync sendiri kalau denger lagu-lagu mereka diputer di toko buku atau tempat perbelanjaan. 

Menurut saya, dekade ini dekade terkeren yang pernah ada. Dalam dunia musik, fashion, film, gaya rambut, you name it! semuanya seolah sangat berkesan, entah kesan norak atau kesan keren, namun yang pasti semua hal di dekade ini akan sangat melekat dan tak mudah dilupakan. 

Jadi, kesimpulannya, adakah diantara agan-agan yang berbaik hati untuk mengirimkan satu eksemplar ke saya? muhahaha..



Thursday, November 4, 2010

Love the Way You Lie (part 2) Rihanna feat. Eminem


Tadinya sih ini cuma mau dijadiin test untuk video post, tapi ternyata setelah didengerin, lagunya bagus. hehe
Part 1 nya emang lebih agresif, kental nuansa RnB dan Hip-Hopnya. Kerasa banget kalau Rihanna emang cuma nebeng (yaelah, namanya juga featuring).
Tapi di lagu yang kedua ini, justru Eminem yang nebeng. Lagunya lebih pop dan singable. Eminem tetep nge-rap walaupun dengan porsi yang lebih sedikit (featuring, ya kaann?!)

Di lagu versi 1 saya cuma tau lirik bagian Rihanna nya doang, dan nggak berniat nyari lirik punyanya Em.
Nah, berhubung disini liriknya ditulis segede-gede gambreng, bagiannya Em oh sungguh bikin merinding. Bisa banget nyeritain pasangan yang tetep saling membutuhkan walaupun sering banget menyakiti satu sama lain.
Ah, masokis. Dan saya pikir, dalam suatu hubungan kita bakal mendadak jadi psikopat, jadi pengidap sado-masokis level akut. Walau tidak sampai tahap cakar-cakaran, lempar piring atau main jambak-jambakan, kadang kita menikmati setiap adegan pertengkaran yang diakhiri dengan cara baikan yang penuh drama, mengulangi babak itu setiap harinya, setiap bulan dan bahkan bertahun-tahun. Tapi toh, cinta memang bikin semua orang jadi psikopat.

Wew, jadi kemana-mana deh. tentang lagunya, saya pribadi sih lebih suka versi pertama, lebih gahar, galak khas Eminem. senangnya dia bisa "kembali" dengan lagu yang dahsyat macam gitu. Marshall Bruce Mathers III emang nggak ada matinya.Salut.

flash back

buka email pagi-pagi
ada email baru dari jobstreet lagi
diklik, berharap ada info kerjaan yang dipengeni
ternyata infonya tentang kantor yang dulu sekali

markas 236, sungguh kau ku kangeni
(oh, maksanya puisi ini)

-click on the image to enlarge-