Friday, April 29, 2011

'Grey Area' Person

'Grey area' person atau orang yang berada di area abu-abu adalah sebutan yang kami (Dorris dan saya) berikan untuk mereka yang tidak berada di atas maupun di bawah, sebutan untuk orang-orang yang tidak kaya tidak juga miskin, sebutan bagi mereka yang tidak berotak encer tapi juga tidak berotak beku alias bodoh. 'Grey area' person adalah sebutan untuk orang-orang seperti kami.

Begitu deh kalau lagi ngobrol serius sama Dorris, saking seriusnya, kita malah sering ngomongin hal-hal random yang rada-rada nggak penting (buat mereka yang nggak tertarik). Tapi jelas, kami berdua sama-sama tertarik dengan topik random yang ujung-ujungnya bisa bikin pusing sendiri, atau kalau lagi untung, yaa bikin saya berkontemplasi.

Balik lagi ke orang yang ada di area abu-abu. Percakapan ini diawali dengan hidup kami yang terkesan begitu-begitu aja. Datar, lurus, tawar, tidak mempunyai rasa, tidak berbumbu bagai pasta jenis sapu lidi yang nggak diolah. Nggak ada rasanya. Kehidupan kami yang begitu, kami bandingkan dengan teman-teman kami yang begitu mudahnya mencapai mimpi mereka. Setidaknya, menurut kami, mereka punya warna sendiri dalam hidupnya. Biasa, kami ini orang-orang yang iri terhadap kesuksesan orang lain yang meraih mimpi lebih dulu. Tenang, kami iri tanpa rasa benci.

Obrolan kami kurang lebih seperti ini:

....
Dia: "Gimana ya, Cuy?"
Saya : "Iya nih."
Kami: (menghela napas berat) "Hhhhh..."
Saya: "Kalau lewat beasiswa, kita nggak cukup pinter. Sekolah gw juga di swasta, prestasi juga pas-pasan. Biaya sendiri apalagi, nggak mungkin banget."
Dia: "Iya sih"
Saya: "Kalau mau kita tinggal di Papua sekalian, atau di Aceh. Kans buat dapet beasiswa lebih banyak. Eh, gimana kalau kita jadi snob aja?"
Dia: (ketawa) "Snob gimana maksud lo?"
Saya: "Iya, biasanya kan kalo orang snob, pasti suka dapet apa yang dia mau. Kayak si bla bla bla.."
Dia: "Tapi kagak gitu juga, dul! Kalau mau snob tapi nggak sesuai sama realita, jatohnya malah jadi loser. Kayak temen gw, bla bla bla..."
Saya: "Iya juga, ya."
Kami: (menghela napas berat dan panjang) "Hhhhhhhhh...."

Obrolannya lebih panjang dari ini sebetulnya, tapi saya juga lupa detilnya seperti apa. Yang saya inget adalah, percakapan model begini pasti diselingi banyak sekali helaan napas berat dan panjang. hahaha...oh, tatapan dan ekspresi mencelos juga. Ngenes banget kalau diinget-inget. Eeerrr...agak sedikit pathetic sih lebih tepatnya. hahaha..

Mau diulang berapa kali pun, kami nggak pernah mencapai satu konklusi (apa sih arti kata ini?) tentang bagaimana kami harus bersikap agar kami bisa keluar dari area ini. Seenggaknya, kami bisa masuk ke Red area, Purple, Green (warna kesukaannya Dorris), atau bahkan Shocking pink area.



Hhhhhh...
(helaan napas berat itu merupakan ungkapan atas ketidaktahuan saya akan tujuan penulisan tulisan yang saya tulis ini *eeaaa*  -_-' ).

Thursday, April 21, 2011

Minum dulu mas..

Pada suatu malam, saya berada di sebuah bis Mayasari Bakti jurusan Senen-Ciputat setelah berkelana di daerah Sudirman. Di setiap angkutan umum di Jakarta, pengamen bukan lagi pemandangan aneh. Nah, begitu juga dalam bis yang saya tumpangi malam itu. Jaman emang udah berubah, begitu juga modus untuk meminta uang dari penumpang. Bukan lagi bernyanyi atau baca puisi, tapi sudah sampai tahap debus, alias makan silet. Dikira sini takut kalau situ makan silet?? sini udah biasa ngelalap golok bang (idiiihh..somboongg)

Tapiiiii...kayaknya yang naik ke bis itu masih amatiran deh, karena gini..

Mas-mas debus (MMD) : "Permisi yah Om dan Tante, saya disini hanya ingin mencari uang untuk membantu teman saya yang kemarin tertabrak busway. Dia dirawat di Rumah Sakit AL..sekarang dia meninggal..(Lha, kalo sudah meninggal apa lagi yang harus dibantu??). Saya tidak akan bernyanyi yah Om dan Tante..tapi saya akan memakan silet yah Om dan Tante. Silet ini lebih tajam dari apapun yah Om dan Tante (lalu merobek-robek kertas dengan siletnya itu)"

-- Krauk..krauk..krauk..nyemm..nyemm..nyeemm-- (dia makan lah itu silet sampai habis) --

MMD: "Ya..begiulah Om an Ante ya..tsobalah ndimbanu, ya Om an Ante ya.. Ayena tsetsama manutsya hauts tsaying mbantu ya Om an Ante ya..(mengedarkan bungkus permen) Maatsyih..ihlatsy ya Om..ihlatsy ya Ante.."
(terjemahan: Ya..begitulah Om dan Tante ya..cobalah dibantu ya Om dan Tante ya. Karena sesama manusia harus saling membantu ya Om dan Tante ya..Makasih..Ikhlas ya Om..ikhlas ya tante)

Saya: "bhuwahahahaha...kenapa mas?? keselek silet???" (dalam hati tentunya)

Wednesday, April 20, 2011

Selamat datang ke dunia, Shoffa, Jr!!!


Perutnya yang membuncit itu sekarang udah kempes lagi, karena si penghuni baru dunia sudah nggak sabar melihat mama-papanya. 

Oom, Tante, temen-temen semua..perkenalkan, namaku
Raisa Latifa
(18 Maret 2011)



"Seneng sekarang udah ada mainan baru" -Shoffa- 

Dan dengan kejamnya, dia manggil putri cantiknya itu dengan panggilan kesayangan; Ade Rai.. 

Semoga Raisa jadi anak yang selalu memberi warna indah pada dunia ya. Jadi cahaya yang menerangi rumah Mama Shoffa dan Papa Budi 
kecup sayang dari si tante kece *mwwaaahhh*




acakadul bin amburadut

Sewaktu iseng buka-buka foto di laman Facebook saya, ternyata banyak banget foto yang ajaib-ajaib, eerrr..kebanyakan bodoh sih. Jadi saya mau kasih liat disini..(maap udah umbar aib kalian yahhh.. muhahahahaha *ketawa Gorgom)



ki-ka: Agung dan Si Kece
--ini nggak jelas banget maksudnya apa --

atas-bawah: Cici dan Yence a.k.a mantan duo sejoli..
nggak pernah nyangka Cici bisa segirang itu kalo difoto.


Kita pun punya Yono Mraz..si gosip boy slash rempong boy slash idola kru GG! 


kangen banget nih dengan posisi tidur ajaib pas jam kantor gini..dan kubikel saya waktu itu masih pewe bangettt.


liat tampang Grace? Priceless.. :))

|

|

|

|

|
|

|

|

|

|

Tapi ini yang paling juara...

bahahahaha.




sumber foto: macem-macem..
ps: gimana gak kangen cobaaaa???? *nangis darah*