Thursday, June 9, 2011

Mince's Big Day



foto pre wed yang "jawa banget"..love it!


seru-seruan bareng bestmen (lucu-lucu bok! haha)


pasangan yang masih malu-malu menampakkan diri ke publik. 

food hunters lovers

i want Pure Saturday at my wedding too!!

next bride. 2012, ce? :p


Selamat Yasmine dan Adi.. bahagia selalu yaaa  :)






Buka paksa!

ini perkakasnya; palu, obeng dan paku besar


ini korbannya

asisten penjarah


hasil kerusakan


harta jarahan


Rp. 886.500 yang ludes dalam sesaat untuk modal liburan






sore yang hujan di Blok M




bukan rasa takut yang hinggap ketika saya harus menunggu hujan reda di tangga terminal bawah tanah Blok M. 
Selama ini saya hanya melihat mereka sekilas. 
Tapi, ketika duduk selama sekian menit bersama orang-orang yang selama ini hanya saya lihat sebelah mata, membuat saya merasakan kehidupan Jakarta sebenarnya. 
Keras, individual dan apatis. 
Sekian menit yang membuat saya merenung.
Sekian menit yang membuat saya bersyukur.


Monday, May 23, 2011

A Lovely song from a lovely wife

Siapa bilang Alanis cuma bisa bikin lagu sakit hati? Lagu ini buktinya. 





Saya. 

Makin.

Cinta. 

Alanis.





ps. *noyor pala Ryan Reynolds* sookkooorr!!

Tuesday, May 10, 2011

The Lonely Island feat. Michael Bolton


kapan lagi liat Michael Bolton jadi perompak, transeksual, Forest Gump dan mafia berambut hitam..hihihi.
Liriknya kocak dan saya jadi naksir berat sama Akiva Schaffer, itu dia yang memakai kacamata minus, awww...

Thursday, May 5, 2011

Hello baby Ever!


Halo gorgeous!
Ever Imre is soooo cute...am very very happy for them :)

via icydk

Friday, April 29, 2011

'Grey Area' Person

'Grey area' person atau orang yang berada di area abu-abu adalah sebutan yang kami (Dorris dan saya) berikan untuk mereka yang tidak berada di atas maupun di bawah, sebutan untuk orang-orang yang tidak kaya tidak juga miskin, sebutan bagi mereka yang tidak berotak encer tapi juga tidak berotak beku alias bodoh. 'Grey area' person adalah sebutan untuk orang-orang seperti kami.

Begitu deh kalau lagi ngobrol serius sama Dorris, saking seriusnya, kita malah sering ngomongin hal-hal random yang rada-rada nggak penting (buat mereka yang nggak tertarik). Tapi jelas, kami berdua sama-sama tertarik dengan topik random yang ujung-ujungnya bisa bikin pusing sendiri, atau kalau lagi untung, yaa bikin saya berkontemplasi.

Balik lagi ke orang yang ada di area abu-abu. Percakapan ini diawali dengan hidup kami yang terkesan begitu-begitu aja. Datar, lurus, tawar, tidak mempunyai rasa, tidak berbumbu bagai pasta jenis sapu lidi yang nggak diolah. Nggak ada rasanya. Kehidupan kami yang begitu, kami bandingkan dengan teman-teman kami yang begitu mudahnya mencapai mimpi mereka. Setidaknya, menurut kami, mereka punya warna sendiri dalam hidupnya. Biasa, kami ini orang-orang yang iri terhadap kesuksesan orang lain yang meraih mimpi lebih dulu. Tenang, kami iri tanpa rasa benci.

Obrolan kami kurang lebih seperti ini:

....
Dia: "Gimana ya, Cuy?"
Saya : "Iya nih."
Kami: (menghela napas berat) "Hhhhh..."
Saya: "Kalau lewat beasiswa, kita nggak cukup pinter. Sekolah gw juga di swasta, prestasi juga pas-pasan. Biaya sendiri apalagi, nggak mungkin banget."
Dia: "Iya sih"
Saya: "Kalau mau kita tinggal di Papua sekalian, atau di Aceh. Kans buat dapet beasiswa lebih banyak. Eh, gimana kalau kita jadi snob aja?"
Dia: (ketawa) "Snob gimana maksud lo?"
Saya: "Iya, biasanya kan kalo orang snob, pasti suka dapet apa yang dia mau. Kayak si bla bla bla.."
Dia: "Tapi kagak gitu juga, dul! Kalau mau snob tapi nggak sesuai sama realita, jatohnya malah jadi loser. Kayak temen gw, bla bla bla..."
Saya: "Iya juga, ya."
Kami: (menghela napas berat dan panjang) "Hhhhhhhhh...."

Obrolannya lebih panjang dari ini sebetulnya, tapi saya juga lupa detilnya seperti apa. Yang saya inget adalah, percakapan model begini pasti diselingi banyak sekali helaan napas berat dan panjang. hahaha...oh, tatapan dan ekspresi mencelos juga. Ngenes banget kalau diinget-inget. Eeerrr...agak sedikit pathetic sih lebih tepatnya. hahaha..

Mau diulang berapa kali pun, kami nggak pernah mencapai satu konklusi (apa sih arti kata ini?) tentang bagaimana kami harus bersikap agar kami bisa keluar dari area ini. Seenggaknya, kami bisa masuk ke Red area, Purple, Green (warna kesukaannya Dorris), atau bahkan Shocking pink area.



Hhhhhh...
(helaan napas berat itu merupakan ungkapan atas ketidaktahuan saya akan tujuan penulisan tulisan yang saya tulis ini *eeaaa*  -_-' ).