Sunday, January 23, 2011

-_-

Suatu hari...

Pak Kirno (supir kantor) : "Bu Santi mau ke Kendari, Chad"
Richard (OB kantor) : "Iya, itu kan di Jawa Tengah ya Pakde?"
Pak Kirno: "Ngawur kamu..Kendari adanya di Jawa Timur!"
Richard: "Nggak ah..setau saya di Jawa Tengah dah"
Bu Santi (a.k.a BuBos): "Haduuhh..Bukaaaaaaaannnn...yang di Jawa Tengah itu Kendal, Kediri di Jawa Timur. Kalau Kendari di Sulawesi..heeeuuhhhh!!!"

Thursday, January 20, 2011

is she too soon or is he too late?

Percakapan dengan seseorang pada Kamis sore sebelum pulang kantor.

....
Dia: Tp lu kost dkt kantor bukan?
Saya: iya sih..heheh..tapi rencananya mau ke gramed, numpang baca
Dia: Hhhmm.. gramed mana Din?
Saya: gramed blok m..kata temen gw disana lengkap..
Saya: belom pernah kesana sih..penasaran. hehe
Dia: gw lupa, lo copywriter ya?
Saya: betul
Saya: he? kenapakah?
Dia: Gpp..
Saya: udzah adzan lhooo..
Saya: mari shalat
Dia: Iyaa. Gw baru aja slesai
Saya: samaaa..hoho
Saya: dan sekarang siap2 balik
Dia: Lo ke gramed sm temen2 ya Din
Saya: nggak sendiri
Dia: Oohh..
Saya: semuanya pada sibuk soalnya..heheh
Saya: lo udah mau balik apa masih nunggu?
Dia: Udh bisa balik siih..
Saya: hooo...kalo gitu gw duluan atuh yaa
Saya: (ikon melambaikan tangan)
Saya: (menekan tombol sign out)
-------------------------------------

Hari Jumat pagi, ketika menyalakan komputer, di layar saya muncul sebuah kotak dengan titel Offline Messages sisa percakapan kemarin. Isinya,

Dia: Waaaiiit.. Boleh gw temenin ga Din?


Perihal ngetem dan hidup

Sepulang dari Blok M tadi malem, seperti biasa saya naik Metro Mini 610 jurusan pondok Labu yang terkenal suka ngoper-ngoper penumpang (emang kita bola bang, dioper-oper??!!?). Jelas bikin keki berat. Tapi karena nggak ada angkutan lain yang lewat Fatmawati dengan tarif murah begitu, mau nggak mau 610 tetep jadi pilihan utama saya.

Nah, malam tadi ada ibu yang baru naik aja udah "nodong" supirnya dengan pertanyaan, "Bang, ini bakal di oper nggak nih?", yang dijawab supir dengan nggak pasti, lalu disambut cibiran oleh si ibu "Yeee.." katanya, tapi pemenangnya tetep si abang karena menutup sesi tanya jawab dengan kalimat, "Kalau nggak mau, nggak usah naik bu!". Reaksi kekalahan si ibu adalah diam dan langsung duduk manis di belakang saya. Pasrah.

Paling males emang dianggap nggak penting dan seenaknya dioper di tengah jalan, padahal sudah hampir sampai, masih jauh atau bahkan ketika menahan kantuk. Reaksi penumpang juga macem-macem, dari yang manggil peliharaannya dirumah, mencak-mencak, menghela nafas berat, atau diam sambil menuju angkutan sebelahnya (tipe reaksi yang saya lakukan dalam keadaan begini), tapi kebanyakan hasilnya sama. Sopir tetap bergeming bagaikan kuping cuma sekedar tempelan. Nggak mau dia dengar keluhan penumpangnya, toh beban hidupnya aja udah banyak. Pada penumpang pun hasilnya selalu begitu, pindah ke angkutan lain walau dengan hati panas, dan gerutuan tiada akhir. Kalau udah gini, mendingan ngetem lama-lama tapi tiba di tujuan dengan angkutan yang sama tanpa dioper-oper, daripada harus menclak-menclok di tengah jalan.

Begitu juga hidup. Kadang, kita selalu merasa nggak sabaran untuk bisa sampai di "tujuan". Menunggu adalah hal tabu, "Kalau bisa sekarang, ngapain nunggu?!", itu pikirnya. Tapi, tak jarang juga ketika kita kira sudah dalam perjalanan menuju mimpi, harapan dan tujuan masing-masing, banyak sandungan yang membuat kita harus "dioper" pada sesuatu yang sama sekali tidak kita sukai. Padahal kita lagi senang-senangnya bermanjaan sama pacar, atau tabungan udah mulai penuh, atau rumah tangga kelihatannya masih adem ayem, atau sahabat kita kayaknya orang yang paling setia, dll.eeehh, ditengah jalan malah putus, bercerai, putus hubungan dengan sahabat karena kepribadiannya mulai tidak kita kenal lagi, dll.

Jadi, daripada mengalami itu semua, saya memilih "ngetem" dulu sebelum saya memutuskan berangkat. Kalaupun di tengah jalan saya mengalami hal yang tidak mengenakkan, saya akan turun karena pilihan, bukan keadaan.

Intel Visual Life - The Sartorialist


Siapa penekun dan orang yang mengaku into fashion di dunia yang nggak kenal dengan satu blog yang isinya foto orang-orang dengan fashionable dari jalanan seluruh dunia, The Sartorialist? Kebangetan deh kalo orang yang mengaku stylish tapi nggak tahu blog ini. Orang dibalik hip-nya blog ini adalah Scott Schuman, seorang blogger sekaligus fotografer untuk fashion blog ini. (jadi, sekarang saya tau ada dua orang blogger laki-laki di dunia ini yang kerjanya motretin orang di jalan; Scott dan Yvan Rodic dengan Face Hunter)


Di film dokumenter ini, kita bisa liat Scott "nyari korban". Kalau ada siapapun yang menarik perhatiannya di jalanan, udah pasti bakal disamperin dan disuruh pose untuk di potret. Bahkan dia juga moto tukang banguna yang menurut saya sih agak aneh, tapi bukankah sudut pandang mata uniknya selama ini yang membuat blognya dipuja-puji?!


Ketika Scott mendatangi orang-orang untuk memotret mereka, nggak semuanya ditanggapi ramah. Ada mbak-mbak yang awalnya menanggapi dengan malas, namun ketika Scott bilang dia dari Sartorialist, intonasi si mbak langsung melunak dan dengan senang hati berpose manis untuk Scott. Jadi kayak magic word gitu ya? keren.. Menurut saya, dia sangat memberikan inspirasi.


"I thought I could shoot people on the street the way designers looked at people, and get and give inspiration to lots of people in the process. My only strategy when I began The Sartorialist was to try and shoot style in a way that I knew most designers hunted for inspiration" - Scott Schuman.

***


Waktu liat Scott "berburu", saya jadi ingat ketika saya masih di Gogirl! dan cari-cari orang untuk rubrik You Say So, dimana saya harus nanya opini dan mendapatkan gambar mereka. reaksi anak-anak muda itu persis dengan yang dihadapi Scott. Ketika saya menegur mereka, tanggapan mereka males-malesan, memandang saya dengan tatapan waspada dari ujung rambut sampai ujung kuku untuk memastikan saya bukan dari yayasan pemohon sumbangan fiktif. Tapiiiii..ketika bilang kalau saya dari Gogirl! semuanya berubah. Mereka mendadak jadi ramah, nanya ini-itu bla bla bla..Saat itu, senang rasanya punya "kata ajaib" yang bisa menaklukan para ABG di Jakarta Raya :D.  (mulai berlebihan)

cute little tattoos












makes me wanna have one!!!

Tuesday, January 4, 2011

-_-

Siang ini datang teknisi ke kantor untuk upgrade komputer para desainer. Mumpung lagi ada teknisi, teman saya ikut-ikutan nanya perihal memori laptopnya yang mau ditambah.

Si Teman yang Memori Mau Ditambah (STMMD) : (sambil bawa-bawa laptop ke hadapan Teknisi yang Budiman) "Jadi ini gimana nih kalo ditambahin lagi memorinya?"
Teknisi Budiman (TB) : (bergeming sambil kasak-kusuk di depan salah satu komputer)
Teman yang Lain (TL) : "Perhatiin kecepatannya pak kalo mau nambah memori, tapi nggak tau juga kalo Windows, nggak ngerti"
STMMD : (keukeuh mau ganti memori dan berniat mengganti sendiri) "Ini gimana nih cara gantinya?"
TB : (akhirnya menjawab) : "Wah, saya agak ragu kalau Windows pak, soalnya saya lahir di Macintosh"


Saya : (dengan mata menyipit ke arahnya) Rumah Sakit daerah mana tuh? -- dalam hati yah ini :p

Monday, January 3, 2011

Tulisan macam apa iniii?!

Pernah nggak mengalami titik dimana kita nggak mau sama sekali memberikan kabar terbaru kita sama orang lain? kalo pernah, toss dulu sama saya. Soalnya saya juga lagi dalam tahap itu sekarang. Jeda dari postingan terakhir aja udah lumayan jauh. Niat nulis minimal seminggu sekali pun nggak terealisasi.

Nggak tau juga sih penyebabnya apa. sekarang saya malaaaaaaasss sekali nulis-nulis untuk ngasih tau keadaan saya dengan nulis status di Facebook, jadi saya mengunjungi situs itu hanya untuk liat update-an temen-temen saya lalu sesekali komen dan main game. hehe. Mungkin karena saya menganggap nggak ada yang penting juga sih untuk diberitahu sama orang lain.

Dulu, kalau pas akhir minggu, saya pasti langsung tulis di status saya sekedar mengucapkan "Happy weekend" atau apa kek, tapi semakin hari, hal itu jadi semakin nggak penting. Lagian, tujuannya buat sih? toh yang baca status itu juga kebanyakan bukan orang yang paling dekat sama saya. apa karena umur juga yah? nggak juga ah, saya kan masih muda gitu. Twitter? boro-boro..saya bahkan nggak punya account-nya. Sebetulnya pernah tertarik untuk bikin, tapi balik lagi saya sering nanya diri sendiri, tujuannya apa. Kalau sekedar cuma "pamer" situasi sih nggak cuma di Twitter yah.. Lagipula sebetulnya Twitter punya dampak yang besar terhadap pemenuhan informasi kok.

Bukan berarti saya lagi males nyampah di situs jejaring terus saya jadi anti berkunjung kesana, karena saya punya satu favorit, yang isinya sumpah serapah dan diskusi sampah tentang hidup sama Geng Menye-Menye (minus Grace karena keterbatasan akses internet).


Tiba-tiba menyadari kalau arah pembicaraan saya kemana-mana (seperti biasa) hehe.. 

Waktu masih tinggal di "rumah lama" kayaknya kok banyak tulisan saya yang nampang disana, walaupun tanpa esensi. Walaupun kebanyakan isinya cuma keluhan, setidaknya saya masih punya hasrat untuk berbagi sama orang lain diluar sana. Tapi, ketika pindah kemari, saya malah bisa dibilang buntu..Apa karena embel-embel blogspot bikin beban yah? (apasiiihhh??) hahaha..soalnya, karena blogspot adalah merk global, isinya juga berlatar belakang macem-macem dan isi blog mereka sering bikin saya takjub. Daaaann...sekarang saya lagi nyalahin orang-orang kreatif di blogspot coba?! ini sih namanya buruk muka cermin dibelah ya.. 


kalau lagi hiatus kayak gini, ada nggak yah yang ngangeinin saya di dunia maya?











Udah ketauan belum saya sebenernya cuma cari-cari alasan kenapa saya nggak pernah nulis di blog?