Sunday, February 13, 2011

Saya Benci PMS!!

Saya yakin bukan cuma saya perempuan yang membenci detik-detik menjelang masa menstruasi ini. Perasaan jadi campur aduk, tingkat sensitifitas super tinggi, perasaan galau berlebihan dan merasa labil macam anak ABG, belum lagi pegal-pegal di pinggang dan punggung dialami perempuan setiap bulannya.

Karena saya sudah mendapat haid sekitar 13 tahun yang lalu, hal ini jadi mendapat pemakluman setiap bulannya. dengan sendirinya saya memaklumi rasa nggak puguh, rasa sakit yang bikin saya mual dan muntah-muntah, emosi bergejolak dan nyembur tidak pandang bulu. Saya memaklumi semua itu, tiap bulannya.

Tapi ada satu hal yang selalu datang kepada saya dalam masa seperti itu tapi saya sama sekali belum bisa memakluminya seperti yang lain. Saya selalu teringat Bapak saya setiap saya PMS. Rasanya? Memuakkan! Bahkan membuat saya lebih mual daripada yang seharusnya. Yang paling memuakkan adalah saya tidak bisa mencegah perasaan itu datang. Saya tidak terima otak saya digunakan untuk mengingat dia setiap bulan. Dan satu-satunya hal yang bisa saya lakukan terhadap hal ini adalah saya menolak untuk maklum biarpun rasanya jadi lebih menyakitkan hati karena penolakan itu justru membuat saya ingat dia. Padahal saya tahu, nggak wajar untuk mengingat seseorang yang tidak pernah kita kenal wujudnya.

Dan sekarang, sudah waktunya saya memasuki masa-masa PMS bulan Februari. Saya siap dengan rasa mual, rasa pegal, perut keram, emosi meledak-ledak dan nafsu makan yang bertambah, namun untuk mengingat orang itu, saya tetap menolak!

No comments:

Post a Comment